Iyatepat, fungsi akuntansi adalah menyajikan data kuantitatif yang akan digunakan untuk proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, data-data yang disajikan harus dijaga agar memiliki kualitas tinggi. Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku saat ini, ada 5 (lima) jenis Laporan keuangan utama, yaitu:
carayang tepat untuk menyajikan informasi yang berupa data — Statistik Dalam Sebuah Presentasi 12/09/2017 by Muhammad Noer Leave a Comment Statistik adalah kumpulan data. Data tersebut biasanya disebutkan dalam bentuk angka, yang bisa disusun dalam bentuk tabel atau diagram.
Carayang tepat untuk menyajikan informasi yang berupa data adalah??. Question from @Yusnaeni15feb2001 - Sekolah Menengah Atas - B. indonesia. Cara yang tepat untuk menyajikan informasi yang berupa data adalah?? Metimaryati65 Verified answer 1. Buat kolom 2. Carilah informasi2 yg terdapat di internet, koran, majalah, dll
Langkahpertama untuk bisa menyajikannya dengan efektif adalah dengan mengetahui perbedaan antara data dan informasi. Data vs Informasi Data adalah angka, tabel atau grafik yang disajikan apa adanya tanpa diolah terlebih dahulu. Biasanya pesan apa yang ingin disampaikan masih belum jelas.
mnIpwBr. Pengertian TabelPengertian Tabel Menurut Para Ahli1. Database Guide 20162. Nurhadi 20153. Docs Microsoft4. Wiki Books5. Wikipedia6. Technopedia7. Mathworks8. TechtermsFungsi Tabel1. Memberi Informasi yang Ringkas dan Padat2. Memudahkan Pembaca3. Menggeneralisasikan Komunikasi4. Menjelaskan FaktaCiri-ciri TabelJenis Tabel dan Contohnya1. Tabel Satu Arah/Tabel Sederhana2. Tabel Dua Arah3. Tabel Tiga Arah/Tabel Tingkat Tinggi/Tabel ManifoldTujuan Pembuatan Tabel1. Tujuan Umum2. Tujuan KhususCara Membaca Tabel1. Membaca Judul2. Membaca Keterangan3. Mengajukan Pertanyaan4. Menafsirkan Angka5. Membaca Tabel Dalam menyajikan informasi yang berupa data, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk media penyampaiannya, mulai dari menggunakan diagram, grafik, tabel, dan lain sebagainya. Biasanya yang kerap digunakan dan familiar yaitu adalah menyajikan data dengan menggunakan tabel. Tabel tersebut tentu disusun dengan sistematika dan struktur yang sudah diatur sedemikian rupa, sehingga pembaca mampu memahami isi dan juga maksud dari tabel tersebut. Hal ini karena tabel memang hanya dalam bentuk baris dan kolom yang tidak memiliki penjelasan menggunakan kalimat dengan spesifik. Apa sebenarnya pengertian tabel dan bagaimana berbagai hal tentang tabel mulai dari pengertian tabel menurut para ahli, apa fungsi dari tabel, bagaimana ciri-ciri tabel, apa saja jenis dan contoh tabel, dan bagaimana tujuan, serta cara membaca tabel akan dibahas secara lengkap pada artikel ini. Pengertian Tabel Menurut Wikipedia, tabel merupakan susunan data yang disajikan dalam baris dan kolom, atau mungkin dalam struktur yang lebih kompleks. Biasanya tabel ini digunakan dalam berkomunikasi, melakukan atau menyajikan data penelitian, hingga melakukan analisis data. Sehingga Anda biasanya akan menemui tabel di media cetak, tulisan, perangkat lunak komputer, dan lain sebagainya. Tentu saja tabel tersebut akan menggambarkan isi dan terminologi yang bergantung pada konteks data yang disajikan sehingga secara lebih lanjut, secara signifikan tabel dapat memuat berbagai informasi yang berbeda dalam jenis, struktur, fleksibilitas, notasi, representasi, dan juga penggunaannya. Selain itu, tabel juga biasanya tercantum pada buku-buku dan juga artikel teknis yang disajikan secara terpisah dari teks utamanya dengan membubuhkan penulisan judul dan juga legenda yang ditulis secara terpisah. Meskipun demikian, ada beberapa tabel yang memang memuat data dalam jumlah yang banyak tidak mangkus dalam menerjemahkan suatu data tertentu, sehingga data yang ada di dalam tabel tersebut dapat kembali diterjemahkan seperti diagram atau bagan. Tabel juga dapat dipahami sebagai suatu alat bantu visual yang memiliki fungsi untuk menjelaskan suatu fakta atau suatu informasi yang tersaji dengan singkat, jelas, dan juga lebih menarik, dibandingkan hanya menyajikan secara naratif atau hanya menggunakan kata-kata saja. Dengan adanya tabel, maka sajian informasi yang disampaikan akan lebih mudah dibaca dan lebih mudah dipahami, sehingga pembaca lebih mudah menyimpulkan apa isi yang disampaikan di dalam tabel tersebut. Tabel biasanya berisi atau dibuat dalam bentuk bilangan maupun kata-kata dengan urutan tertentu. Selain itu, biasanya tabel juga terdiri atas beberapa kolom dan juga baris dengan menggunakan garis pemisah agar pembaca lebih mudah dan jelas dalam memahami informasi yang terdapat di dalam tabel tersebut. Lalu kemudian, isi data yang disajikan pada tabel tersebut dituliskan ke dalam kolom dan juga baris yang sudah tersedia pada tabel tersebut. Pengertian Tabel Menurut Para Ahli Jika Anda sudah memahami apa itu pengertian tabel secara umum dan secara garis besar, Anda juga perlu mengetahui pendapat dari beberapa ahli mengenai pengertian tabel. Berikut ini adalah beberapa ahli yang memiliki pandangan masing-masing terkait pengertian tabel. 1. Database Guide 2016 Database Guide mengungkap pengertian tabel sebagai mirip dengan lembar kerja dalam aplikasi spreadsheet. Baris tertera secara horizontal dan mewakili setiap record. Kolom tertera secara vertikal dan mewakili bidang tertentu. Baris dan kolom berpotongan, membentuk kisi. Perpotongan baris dan kolom menentukan setiap sel dalam tabel. 2. Nurhadi 2015 Menurut Nurhadi, pengertian tabel adalah sajian data yang berupa angka-angka yang disajikan dalam bentuk baris dan kolom yang diklasifikasikan secara sistematis menurut kesatuan tertentu. 3. Docs Microsoft Sementara itu, menurut Docs Microsoft, tabel adalah objek basis data yang berisi semua data dalam basis data. Dalam tabel, data diatur secara logis dalam format baris dan kolom yang mirip dengan spreadsheet. 4. Wiki Books Wikibooks mengungkapkan pengertian tabel adalah alat yang digunakan untuk menyajikan data terstruktur dan dapat juga digunakan untuk menata tampilan halaman. Tabel dapat disisipkan di mana pun halaman, bahkan di dalam tabel lainnya. 5. Wikipedia Sementara itu, menurut Wikipedia, tabel adalah pengaturan data dalam baris dan kolom atau mungkin dalam struktur yang lebih kompleks. Konvensi dan terminologi yang tepat untuk menggambarkan tabel bervariasi tergantung pada konteksnya. Selanjutnya, tabel berbeda secara signifikan dalam variasi, struktur, fleksibilitas, notasi, representasi, dan penggunaan. 6. Technopedia Menurut Technomedia, tabel adalah kumpulan basis data relasional bernama yang diatur oleh baris dan kolom. Kolom membentuk struktur tabel dan baris yang membentuk konten. Tabel memungkinkan pembatasan untuk kolom, tetapi tidak dengan baris. 7. Mathworks Mathworks mengungkapkan pengertian tabel sebagai tipe data yang cocok untuk data berorientasi kolom atau tabular yang sering disimpan di dalam file teks atau di dalam spreadsheet. Tabel terdiri dari baris dan variabel berorientasi kolom. Setiap variabel harus memiliki jumlah baris yang sama. 8. Techterms Tabel menurut Techterms adalah struktur data yang mengatur informasi ke dalam baris dan kolom. Ini dapat digunakan untuk menyimpan dan menampilkan data dalam format terstruktur, misalnya database untuk menyimpan data dalam tabel sehingga informasi dapat dengan cepat diakses dari baris tertentu. Situs web sering menggunakan tabel untuk menampilkan beberapa baris data pada halaman. Sementara itu, spreadsheet menggabungkan kedua tujuan tabel dengan menyimpan dan menampilkan data dalam format terstruktur. Baca Juga Penelitian Empiris Pengertian, Jenis, dan Contoh Penelitian Kuantitatif Pengertian, Jenis, dan Contoh Penelitian Eksperimen Pengertian, Jenis, dan Contoh Penelitian Pengembangan Tujuan, Ciri-Ciri, Alasan, dan Caranya Fungsi Tabel Setelah memahami pengertian tabel secara umum dan secara garis besar serta bagaimana pengertian tabel menurut para ahli, Anda juga harus memahami fungsi dari dibuatnya suatu tabel. Ada 4 fungsi tabel secara umum, yaitu memberikan informasi yang ringkas dan padat, memudahkan pembaca, juga menggeneralisasikan komunikasi, dan menjelaskan fakta. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai tiga fungsi dari tabel di atas. 1. Memberi Informasi yang Ringkas dan Padat Fungsi tabel yang pertama adalah tabel digunakan untuk menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat dan lebih menarik daripada dengan menggunakan kata-kata. Selain itu, tabel juga memiliki fungsi yaitu untuk mendukung para penulis menyampaikan berbagai ide atau gagasan, sehingga dapat memengaruhi dan juga meyakinkan para pembaca. 2. Memudahkan Pembaca Fungsi tabel yang selanjutnya adalah tabel dapat memberikan kemudahan bagi para pembacanya, karena data yang disajikan di dalam tabel tersebut telah disusun secara sistematis, sehingga lebih mudah untuk dapat dimengerti. Selain itu, tabel juga dapat memberikan informasi secara mendetail mengenai adanya perubahan. Pasti terdapat perubahan yang terjadi pada suatu data, entah itu merupakan kenaikan atau penurunan data, sehingga harus disampaikan pada pembaca melalui informasi yang tercantum di dalam tabel. Tabel juga memiliki fungsi untuk memberikan ikhtisar kepada para pembaca yang disajikan dalam bentuk angka-angka yang tersusun secara rapi. 3. Menggeneralisasikan Komunikasi Fungsi selanjutnya dari tabel yaitu adalah sebagai alat komunikasi yang mana tabel tersebut akan memungkinkan suatu bentuk generalisasi informasi dari berbagai jenis konteks sosial atau ilmiah yang tidak terbatas. Hal ini akhirnya membuat tabel menyediakan cara yang lebih akrab untuk dapat menyampaikan informasi yang mungkin tidak jelas, agar pembaca lebih dapat memahami informasi di dalam tabel dengan mudah. 4. Menjelaskan Fakta Terakhir, tabel memiliki fungsi untuk menjelaskan fakta. Di dalam tabel biasanya tercantum data dalam bentuk informasi yang didapatkan dari penelitian, dari sumber, dan lain sebagainya yang tentu saja data dan informasi di dalam tabel tersebut mampu dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, data yang tercantum di dalam tabel tersebut sudah pasti merupakan sebuah fakta yang akan dijelaskan dan juga dikupas tuntas dan dipahami oleh pembaca. Ciri-ciri Tabel Untuk membedakan tabel dengan alat penyaji data yang lain, Anda harus memahami apa karakteristik atau ciri-ciri dari tabel. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang terdapat di dalam tabel. 1. Tabel berisi sebuah informasi yang mengenai berbagai topik yang sama atau biasanya berisi catatan data yang sudah diperiksa sebelumnya. 2. Tabel biasanya memiliki nilai yang di dalamnya mengandung sejumlah nilai asli yang mana biasanya tidak dapat dibulatkan. 3. Tabel memiliki informasi yang dapat dengan mudah digunakan untuk suatu referensi. 4. Di dalam tabel, terdapat data kuantitatif atau total data yang berisi sebuah angka yang berjenis absolut. 5. Tabel disusun dalam bentuk kolom yang dibedakan berdasarkan jenis dan kategorinya masing-masing. Jenis Tabel dan Contohnya Dalam penyajian tabel, tentu ada beberapa perbedaan cara penyajiannya, tergantung bagaimana jenis tabel yang dapat digunakan atau sesuai untuk digunakan. Agar Anda dapat mengelompokkan tabel tersebut merupakan jenis yang mana, maka simak beberapa jenis tabel dan juga contohnya yang ada di bawah ini. 1. Tabel Satu Arah/Tabel Sederhana Tabel satu arah atau tabel sederhana merupakan tabel yang berisi tentang satu karakteristik saja. Karakteristik di dalam tabel sederhana atau tabel satu arah ini biasanya berisi tentang frekuensi, jumlah, kadar, ukuran, dan lain sebagainya. Tabel satu arah atau tabel sederhana ini merupakan jenis tabel yang mudah dibuat dan juga sederhana. Berikut ini adalah contoh dari tabel satu arah. Tabel Capaian Vaksinasi Booster Covid-19 Tertinggi di Provinsi Jawa Tengah per 1 April 2022 NoKabupaten/KotaCapaian1Kota %3Kota %4Kota %5Kabupaten %6Kabupaten %7Kabupaten %8Kota Tegal17,6 %9Kabupaten Wonogiri14 %10Kabupaten % 2. Tabel Dua Arah Tabel jenis selanjutnya adalah tabel dua arah. Tabel dua arah merupakan jenis tabel yang menyajikan hubungan antara dua karakteristik, yang mana dalam satu tabel berisi data jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan umur, agama, dan tempat tanggal lahir, atau jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin dan kelas, dan masih banyak lagi. Tabel dua arah ini juga dapat diartikan untuk menyajikan data dengan dua karakteristik dan terbentuk ketika rintisan atau keterangan dibagi menjadi dua bagian koordinat. Sehingga biasanya memiliki klasifikasi seperti yang dijelaskan di atas. Di bawah ini merupakan contoh tabel dua arah. Tabel Jumlah Mahasiswa di Universitas Maju Bersama Tahun Ajaran 2021-2022 FakultasLaki-lakiPerempuanJumlahFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan96104200Fakultas Kesehatan4555100Fakultas Kedokteran123850Fakultas Hukum7377150Fakultas Ekonomi125115240Fakultas Manajemen9357150Fakultas Komunikasi3664100Fakultas Teknik6832100Fakultas Informasi133750Fakultas Ilmu Politik79101180 3. Tabel Tiga Arah/Tabel Tingkat Tinggi/Tabel Manifold Jenis tabel yang selanjutnya yakni tabel tiga arah. Tabel tiga arah atau tabel tingkat tinggi atau tabel manifold merupakan jenis tabel yang mana menyajikan hubungan antara tiga karakteristik sekaligus. Misalnya tabel tersebut berisi data mengenai data penduduk berdasarkan kecamatan, jenis kelamin, umur, atau data mahasiswa yang berdasarkan jenis kelamin, agama, dan juga jurusan. Berikut adalah contoh dari tabel tiga arah atau tabel tinggi atau tabel manifold. Tabel Tahapan Perkembangan Bayi Usia 0 – 3 Bulan UsiaKemampuan UmumKemampuan MenengahKemampuan Tinggi1 bulan1. Mampu mengangkat kepala2. Mampu merespons suara3. Mampu memandang wajah4. Dapat melihat warna pola hitam dan putih1. Mampu memandang objek bergerak2. Mampu mengoceh ooh’ dan aah’1. Mampu tersenyum dan tertawa2. Mampu menahan kepala hingga 45 derajat2 bulan1. Mampu mengoceh dan mendengkur2. Mampu memandang objek bergerak3. Mampu menegakkan kepalanya dengan waktu singkat1. Mampu merespons dengan senyuman2. Tertawa3. Mampu menahan kepala hingga 45 derajat1. Menegakkan kepala dengan stabil2. Menahan berat badan di kaki3. Mengangkat kepala dan bahu3 bulan1. Mampu tersenyum dan tertawa2. Mampu menahan kepala dengan stabil3. Mampu mengenali wajah dan aroma tubuh1. Dapat menjerit, mendengkur, dan mengoceh2. Mengenali suara3. Dapat melakukan gerakan setengah push up1. Menoleh ketika ada suara keras2. Bertepuk tangan sederhana3. Dapat berguling Tujuan Pembuatan Tabel Ada pun di bawah ini merupakan tujuan dari pembuatan tabel yang dibagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. 1. Tujuan Umum Tujuan umum dari pembuatan tabel yaitu sebagai berikut a. tabel dapat memberikan informasi untuk penggunaan, b. tabel dapat memberikan referensi umum. 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari dibuatnya tabel adalah untuk memberikan informasi yang bisa digunakan untuk diskusi tertentu. Baca Juga 90+ Contoh Rumusan Masalah untuk Penelitian, Skripsi, dan Karya Ilmiah Instrumen Penelitian Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap Hipotesis Penelitian Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap Cara Membaca Tabel Agar dapat membaca tabel, Anda perlu mengenal lebih dahulu bagaimana cara membaca tabel. Berikut ini adalah cara yang tepat atau langkah-langkah dalam membaca tabel. 1. Membaca Judul Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca terlebih dahulu judul tabel. Setiap tabel memiliki judul yang akan memberikan gambaran kepada pembaca terkait dengan isi atau data yang dimuat di dalam tabel tersebut. 2. Membaca Keterangan Selanjutnya, Anda bisa membaca lebih dahulu keterangan yang terletak di bagian atas tabel dan juga di bagian sisi kiri tabel sebelum mulai membaca tabel, karena keterangan pada tabel biasanya berisi kunci dari penjelasan dari data yang disajikan. 3. Mengajukan Pertanyaan Anda juga dapat mengajukan pertanyaan mengenai informasi yang disajikan. Misalnya berapa banyak jumlahnya, tahun berapa datanya, berapa perkembangannya, dan lain sebagainya. 4. Menafsirkan Angka Kemudian Anda bisa mulai menafsirkan angka-angka yang terdapat di dalam tabel tersebut. 5. Membaca Tabel Barulah Anda dapat membaca tabel dengan tetap berfokus kepada tujuan atau pencarian informasi yang ingin diperoleh atau ingin kita ketahui. Jangan lupa untuk mencermati setiap keterangan pada tiap baris dan juga kolomnya. Artikel Terkait Reduksi Data Pengertian, Tujuan, Langkah-Langkah, dan Contohnya Jenis Data Penelitian yang Perlu Diketahui Jenis Angket Penelitian yang Wajib Diketahui Skala Pengurukan dalam Penelitian Pengertian, Jenis, dan Contoh
Penyajian data tentu saja menjadi sangat penting bagi proses penghitungan statistik dan statistika di dalam ruang lingkup penelitian. Baik dalam jenis penelitian kuntitataif ataupun kualitataif perolehanan akan data-data yang akurat diperlukan guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan realita sesungguhnya. Oleh karena itulah sebagai setiap hasil dan laporan penelitian, termasuk contoh penelitian geografi tidak terlepas daripada prosedur penyajian data ini. Penyajian data dikenal dengan juga mekanisasi yang dipergunakan dalam sebuah laporan penelitian untuk menyajikan rangkaian angka numerik penomoran agar mudah dibaca. Sehingga secara umumnya, data-data penelitian tersebut dapat disajikan kepada khalayak umum dengan sangat mudah. Hal ini juga dijlankan leh peneliti, sehingga nantinya diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Pengertian Penyajian Data Penyajian data adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang penelitian, baik individu ataupun berkelompok untuk melengkapi proses pembuatan laporan atas hasil penelitian kuantitatif/kualitataif yang telah dilakukan, sehingga senantianysa bisa dianalisis sesuai dengan standar keilmiahanan. Pengertian Penyajian Data Menurut Para Ahli Adapun definisi penyajian data menurut para ahli, antara lain sebagai berikut; Yuni 2011, Penyajian data adalah rangkaian kegiatan dalam proses penyelesaian hasil penelitian dengan mempergunakan metode analisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hal ini dilakukan guna mempermudah data-data yang telah dikumpulkan. Bambang Widjanarko, Pengertian penyajian data adalah bagian integral dalam pembuatan laporan penelitian yang disusun dengan langkah sederhana tetapi membantu setiap orang untuk dapat memahaminya. Bentuk Penyajian Data Secara umum, pada proses penyajian data yang dilakukan untuk penelitian mengandung 3 jenis karaktristik yang berbeda, diantaranya macam penyajian data yang diperlakukan adalah sebagai berikut; Tabel Grafik/diagram Peta Contoh Penyajian Data Memperjelas tentang penjelasan akan soal penyajian data diatas, maka uaraian lebih lanjutnya adalah sebagai berikut; Tabel Penyajian data dengan tabel merupakan cara yang paling mudah dilakukan dalam sejumlah penelitian statistika. Penyajian dengan tabel ini biasanya dipergunakan untuk kepentingan analisis perbandingan-perbendaingan yang diperlukan dalam teori penelitian sosial. Contoh penyajian data tabelMisalnya saja untuk membandingkan tingkat kepadatan penduduk yang berada di suatu wilayah dan perwilayahan pada periode waktu tertentu, dengan kepadatan penduduk di wilayah lainnya yang berbeda atau sama, tetapi berkorelasi pada topik penelitian Grafik/Diagram Jenis penyajian data yang dipergunakan dalam grafik atau diagram ini sudah mafhum dilakukan dalam serangkaian penelitian-penelitian sosial ataupun eksperimen, yang secara garis besarnya menjelaskan tentang visualisasi penelitian atau informasi tentang kegiatan secara ringkas, menarik, dan jelas. Keunggulan Penyajian Data Dalam Bentuk Grafik Adapun beberapa kelebihan atas penyajian data dalam bentuk diagram atau grafik ini, antara lain adalah sebagai berikut; Pembaca lebih mudah dalam membandingkan data satu dengan data yang lain, Dapat menggambarkan data secara seri Penyajian lebih menarik Selain memiliki kelebihan, sistem penghitungan dan penampilan data penelitian dengan grafik mempunyai kelemahan dibandingkan dengan penyajian lainnya. Mislanya saja akan karakteristknya yang terpaparkan hanya pendapatkan sedangkan detai terdapat dalam table. Peristilah ini kerap kalian disebut dengan aprosimatif. Jenis Grafik dalam Penyajian Data Adapun secara umum, setidaknya ada tiga macam jenis grafik atau diagram dalam penyajian data. Antara lain adalah sebagai berikut; Grafik batang bar graph adalah grafik dalam penyajian data yang mafhumnya diwakili oleh segi empat berbentuk batang, baik horizontal maupun vertikal Grafik lingkaran pie graph adalah prosesi penyajidan yang dilakukan dengan gambaran lingkaran dengan penjelasan persentase disetiap numeriknya Grafik garis line graph adalah bentuk penyajian data yang umumnya hanya dilakukan penggabaran dalam garis/titik-titik Peta Bentuk penyajian data selanjutanya yang kerapkali dilakukan oleh para penelitian, bisanya dalam peta atau garis. Jenis data atau informasi ini lebih mengerucut pada data kependudukan yang ditampilkan dalam bentuk peta, oleh lembaga pemerintahan ataupun masyarakat umum. Alasannya penyajian data peta lebih pada kependudukan lantaran dinilai lebih menarik dan mudah dibaca oleh banyak orang terutama tentang pununjukkan lokasinya. Penyajian data atau informasi penduduk dalam bentuk peta menghasilkan konsep ini misalnya saja dalam syarat peta penduduk. Beberapa bentuk simbol ini bahkan bisa digunakan untuk menggambankan kondisi kepadatan penduduk. Misalnya simbol piktorial atau dapat juga dengan arsiran bersifat kuantitatif serta gradasi warna. Pemilihan simbol yang tepat menjadi hal penting dalam penyajian data dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam pembacaan. Dari serangkaian penjelasan dapatlah disimpulkan bahwa penyajian data penelitian akan lebih mudah dipahami jika ditampilkan dalam bentuk grafik atau diagram. Diagram yang berbentuk garis biasanya digunakan untuk melihat perkembangan data dalam numerik statistik. Diagram ini memuat data-data yang berkesinambungan atau kontinu seperti contohnya saja penghitungan dalam data jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian penyajian data menurut para ahli, bentuk, dan contohnya. Semoga melalui ulasan ini bisa menambah cakrawala pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian, terutama yang mendalami materi tentang penelitian.
Banyak presentasi menjadi membosankan karena presenter melakukan data dump. Mereka menjejalkan semua data yang ada ke slide presentasi mereka. Hasilnya adalah sebuah presentasi yang ruwet dan membingungkan untuk audiens. Hal ini bisa terjadi karena presenter masih belum mengetahui perbedaan antara data dan informasi. Walaupun keduanya memiliki bentuk yang sama bisa berupa angka, tabel atau grafik akan tetapi fungsi, tujuan dan cara penyajiannya berbeda. Ketika presentasi anda sifatnya adalah presentasi bisnis atau report maka tentunya anda akan banyak berurusan dengan data dan informasi. Langkah pertama untuk bisa menyajikannya dengan efektif adalah dengan mengetahui perbedaan antara data dan informasi. Data vs Informasi Data adalah angka, tabel atau grafik yang disajikan apa adanya tanpa diolah terlebih dahulu. Biasanya pesan apa yang ingin disampaikan masih belum jelas. Informasi adalah angka, tabel atau grafik yang sudah diolah dan disajikan menggunakan media yang tepat. Pesan yang ingin disampaikan juga sudah jelas. Singkat kata, informasi adalah ringkasan dari data yang sudah diolah. Di dalam sebuah presentasi, manakah yang menurut anda harus disajikan? Data atau informasi? Saya yakin anda bisa menjawabnya dengan tepat. Jawabannya adalah informasi. Sifat presentasi adalah menyampaikan poin-poin berupa informasi yang ringkas dan jelas agar mudah diterima dan dipahami oleh audiens. Jikalau anda ingin mendiskusikan tentang data, misalkan saja tentang cara pengolahannya ataukah cara perhitungannya, maka media yang anda gunakan bukanlah presentasi melainkan meeting. Karena di meeting lebih memungkinkan untuk saling berdiskusi dan tukar pendapat. Kesalahan yang sering terjadi adalah kebanyakan orang menggunakan data, bukannya informasi, di dalam sebuah presentasi. Tidak heran akhirnya audiens menjadi kebingungan dan merasa tidak mendapat apa-apa. Saya yakin anda masih bingung-bingung juga mengartikan apa perbedaan dari data dan informasi 🙂 Untuk lebih jelasnya coba akan saya berikan dalam sebuah contoh studi kasus. Contoh Studi Kasus Data vs Informasi Misalkan saja Anda hendak mempresentasikan hasil riset tentang kepuasan pelanggan dari perusahaan anda. Anda ingin membandingkan jumlah pelanggan yang puas dan yang tidak puas. Untuk melakukan riset ini, anda menyebarkan kuisioner ke 300 pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasan mereka. Nah, sekarang mari kita lihat perbedaan menyajikan data dan informasi dalam sebuah presentasi. Kita mulai dari yang paling parah yaaa 🙂 dan lihat di level manakah yang biasa anda lakukan Level 0 Menyajikan data yang benar-benar mentah Ini adalah mereka yang sama sekali tidak mau repot mengolah data. Jadi yang mereka lakukan adalah kertas hasil kuisioner discan dan ditampilkan di slide. Berikut adalah contoh tampilannya Hasilnya adalah sebuah tampilan slide yang tidak menarik dan tidak memiliki pesan. Belum lagi sudah pasti tulisannya kecil-kecil dan tidak akan terbaca bahkan oleh yang duduk paling depan sekali pun. Saya bisa menceritakan hal ini kepada anda, karena saya pernah mengalaminya sendiri. Saya duduk sebagai audiens di mana presenter mempresentasikan slide berisi hasil scan kuisionernya. Level 1 Menyajikan data mentah Ada juga presenter yang menyajikan data hasil kuisioner tersebut dengan memindahnya ke dalam tabel. Hasilnya kurang lebih sebagai berikut Haha.. bagi audiens, walaupun tabelnya didesain dengan bagus dan mungkin masih kelihatan angka-angkanya, akan tetapi tetap saja apa yang disampaikan tidak ada artinya. Apa gunanya bagi si audiens atau pengambil keputusan mengetahui jika si Atun tidak puas atau si Jamilah puas dengan perusahaan kita. Belum lagi mereka harus tersiksa ketika slide-slide berikutnya sampai dengan 300 responden juga mengungkapkan data mentah serupa. Level 2 Menyajikan data setengah matang Presenter yang sudah mulai rajin akan merekap data, mengolah dan akhirnya menyajikan hasilnya. Dalam studi kasus ini, mungkin inilah hasil yang didapat dari presenter yang mulai rajin Lo Pak.. tapi apa salahnya data tabel di atas? Data di atas sudah diolah tapi belum disajikan dalam format dan media yang tepat. Berikut adalah ulasan saya mengapa tampilan di atas masih saya sebut data setengah matang. menggunakan satuan yang kurang tepat. Tabel di atas disajikan dalam satuan jumlah responden yang bisa berubah-ubah angkanya tergantung jumlah responden. Akan lebih tepat jika satuannya dibuat menjadi persentase. menggunakan media yang tidak tepat. Jika tujuan anda adalah untuk membandingkan maka tabel bukanlah media yang tepat. Fungsi tabel adalah membuat audiens mengingat suatu nilai angka secara pasti. Untuk perbandingan lebih cocok menggunakan pie chart atau bar chart. Sehingga berdasar dari dua hal tersebut, maka perbaikan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut Level 3 Menyajikan informasi dalam media yang tepat Setelah mengolah data, anda juga harus memilih satuan dan media yang tepat sehingga informasinya bisa tersampaikan dengan jelas. Berikut adalah hasil dari survey kepuasan pelanggan dalam bentuk pie chart Nah.. lebih jelas dan lebih mudah dibaca bukan? Dari chart di atas kita bisa langsung membandingkan persentase konsumen mulai dari yang tidak puas sampai yang sangat puas. Ini adalah sebuah presentasi yang menyajikan informasi bukannya data-data saja. Akan tetapi, chart di atas sebetulnya masih bisa ditingkatkan lagi. Ini dia level berikutnya. Level 4 Menyajikan informasi disertai pesan yang jelas Berikut adalah contoh penyajian informasi yang lebih dioptimalkan lagi supaya pesan yang disampaikan benar-benar bisa diterima dengan jelas. Ada beberapa poin optimalisasi dari pie-chart di atas dibandingkan dengan level sebelumnya. Berikut adalah contoh-contohnya Pesan yang ingin disampaikan ditulis dengan jelas. Pada chart level sebelumnya hanya dituliskan “Survey Kepuasan Pelanggan”, sedang pada level ini pesan yang ingin disampaikan yaitu “Mayoritas Pelanggan Tidak Puas dengan Pelayanan Kita” lebih ditekankan Bagian chart yang menjadi fokus diberikan kontras. Pada chart level sebelumnya tiap kategori kepuasan diberi warna berbeda. Sedang pada level ini bagian yang ditonjolkan yaitu customer yang tidak puas diberi kontras warna yang berbeda signifikan dengan kategori lainnya. Jadi itu tadi adalah level atau tingkatan-tingkatan dalam menyajikan data atau informasi di dalam presentasi anda. Sampai di level manakah biasanya anda menyajikan data dan informasi yang anda miliki? Saya harap dengan artikel ini akan mampu membuat presentasi bisnis atau report anda berikutnya lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh audiens Slide Design Made Easy Anda tidak hanya dibimbing dalam aspek teknis penggunaan software misal cara membuat pie chart atau bar chart, akan tetapi anda juga akan mendapatkan prinsip penggunaanya seperti contoh yang dibahas dalam artikel ini. Mayoritas pembahasan juga menggunakan video tutorial yang akan membuat anda lebih memahami dan menikmati pembelajaran. Dan masih ada banyak lagi pembahasan yang bisa anda dapatkan sehubungan dengan penyajian presentasi bisnis serupa di atas misal saja teknis pembuatan chart, aspek pemilihan chart, teknik optimalisasi chart. Informasi lengkapnya, silahkan lihat informasi di bawah halama ini atau klik tombol berikut ini Info Detil Slide Design Made Easy
– Cara Menyajikan Data Lebih Mudah dengan Macam-macam Diagram. Bagi Anda yang sehari-hari bergelut dengan data, tentu tak asing lagi dengan istilah diagram. Faktanya, teknik penyajian data menggunakan diagram dianggap lebih efektif dan mudah. Kita mengenal beragam jenis data. Jenis-jenis data yang beragam tersebut dapat disajikan dalam beragam bentuk. Misalnya berupa tabel distribusi, diagram, dan bentuk-bentuk penyajian data lainnya. Cara Menyajikan Data Lebih Mudah dan Efektif dengan Macam-macam Diagram Pengertian Diagram Macam-macam Diagram 1. Diagram Batang 2. Diagram Garis 3. Diagram Lingkaran 4. Diagram Venn 5. Diagram Alir atau Flowchart Penggunaan Macam-macam Diagram dalam Kehidupan Contoh Soal tentang Diagram dan Pembahasannya Soal 1 Bagikan Artikel Like this ARTIKEL TERPOPULER Macam-macam Diagram yang Efektif untuk Menyajikan Data Artikel Terkait Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi Normal? Bagaimana Rumus dan Contoh Soalnya yang Tepat? Keterampilan mengaktualisasikan data melalui teknik penyajian data yang tepat menjamin ketercapaian tujuan informasi. Dengan teknik penyajian data yang tepat, maka informasi berupa data dapat dipahami oleh orang lain. Salah satu teknik penyajian data yang paling umum digunakan adalah diagram. Pada kesempatan kali ini, admin akan mengulas macam-macam diagram yang dapat kita gunakan untuk menyajikan data. Pengertian Diagram Diagram adalah teknik visualisasi dan teknik penyajian data, petunjuk, maupun informasi lainnya dalam bentuk tertentu. Tujuan penggunaan diagram dalam menyajikan data tentu saja agar informasi yang kita sampaikan dapat dengan mudah dipahami. Beberapa bentuk diagram yang lazim dipergunakan untuk menyajikan data misalnya diagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran. Sedangkan diagram untuk menyajikan informasi berupa prosedur adalah diagram alir. Di bawah ini admin ulas macam-macam diagram dilengkapi contoh gambarnya. Macam-macam Diagram 1. Diagram Batang Diagram batang adalah jenis diagram yang menyajikan data dalam rupa bar atau batang persegi panjang. Nilai suatu data tertentu diwujudkan dalam panjang atau pendeknya bar dalam diagram batang. Jenis diagram batang biasa dipakai untuk menginformasikan perkembangan nilai suatu data pada dalam suatu rentang waktu tertentu. Diagram batang dapat juga dipakai untuk menyajikan suatu jenis data dengan beberapa klasifikasi. Gambar contoh diagram batang dapat Anda lihat di bawah ini. Ilustrasi Contoh Diagram Batang Baca Juga Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuannya Gambar contoh diagram batang di atas menyajikan data nilai Matematika siswa kelas V. Contoh lain diagram batang terdapat pada gambar di bawah ini. Contoh Penyajian Data dengan Diagram Batang Diagram batang yang dicontohkan di atas merepresentasikan jumlah siswa SD Tunas pada rentang waktu tertentu. Di mana jumlah siswa terbanyak terdapat pada tahun 2016, yaitu berjumlah 141 siswa. 2. Diagram Garis Diagram garis merupakan salah satu teknik untuk menyajikan data dalam rupa garis yang menghubungkan titik-titik dengan nilai tertentu. Penggunaan diagram garis kurang lebih sama dengan diagram batang. Yaitu untuk menyajikan data dalam suatu jangka waktu tertentu. Sumbu mendatar sumbu x pada diagram garis menunjukkan rentang waktu, sedangkan sumbu tegak sumbu y menunjukkan nilai atau data yang diamati. Untuk memperjelas pemahaman Anda, silahkan amati contoh diagram garis berikut ini. Ilustrasi Contoh Penyajian Data dengan Diagram Garis Baca Pengertian Kebijakan Fiskal Lengkap dengan Instrumen, Jenis, dan Contoh yang Tepat 3. Diagram Lingkaran Diagram lingkaran adalah jenis diagram yang menyajikan data dalam rupa lingkaran, dengan bagian-bagian yang berupa kesatuan. Data atau nilai yang disajikan terbagi ke dalam beberapa bagian lingkaran dengan nilai tertentu. Perhatikan contoh diagram lingkaran berikut ini. Ilustrasi Contoh Diagram Lingkaran untuk Menyajikan Data 4. Diagram Venn Macam-macam diagram selain diagram batang, diagram garis, ataupun diagram lingkaran adalah diagram Venn. Diagram Venn adalah suatu jenis diagram yang di dalamnya memuat komponen-komponen suatu himpunan tertentu. Komponen atau elemen himpunan yang memiliki kesamaan sifat disajikan saling beririsan dalam diagram Venn. Sekarang coba perhatikan contoh diagram Venn berikut. Ilustrasi Contoh Penyajian Data menggunakan Diagram Venn Baca Juga Apakah yang Dimaksud dengan Standar Deviasi? Bagaimana Rumus dan Contoh Soal yang Tepat? 5. Diagram Alir atau Flowchart Diagram alir adalah jenis diagram yang banyak digunakan untuk menyajikan informasi berupa prosedur, urutan langkah, atau algoritma tertentu. Selain itu, informasi yang tersaji dalam diagram alir dapat berupa langkah-langkah penyelesaian atas suatu permasalahan tertentu. Untuk memperjelas apa itu diagram alir, silahkan amati contoh diagram alir prosedur memecahkan soal Matematika berikut ini. Contoh Diagram Alir untuk Menyajikan Data Bagaimana, sudah mulai memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai macam-macam diagram? Baca Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi Normal? Bagaimana Rumus dan Contoh Soalnya yang Tepat? Penggunaan Macam-macam Diagram dalam Kehidupan Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan diagram dapat dengan mudah kita temui. Dalam beragam bidang kehidupan kita dapat menjumpai penggunaan diagram. Misalnya bidang statistika, matematika, dan informatika. Bidang statistika banyak menggunakan diagram dalam berbagai jenis untuk menyampaikan informasi berupa data yang memuat nilai tertentu. Penggunaan diagram untuk menyajikan suatu informasi dapat menjamin ketersampaian informasi pada pembaca. Macam-macam diagram jelas memudahkan pembaca untuk memahami informasi yang ingin disampaikan. Selain dipakai untuk menyajikan data dan informasi, macam-macam diagram juga dapat dipakai untuk menyajikan suatu prosedur. Pemrograman ilmu komputer juga menggunakan diagram alir untuk menyajikan prosedur. Contoh Soal tentang Diagram dan Pembahasannya Soal 1 Perhatikan tabel data nilai ulangan Matematika siswa kelas VI berikut ini. Sajikan data nilai tersebut ke dalam bentuk diagram batang! Jawaban Soal 2 Perhatikan tabel data jenis pekerjaan orang tua siwa kelas IV di bawah ini. Jawab Artikel Terkait Lainnya Simak, Inilah Beberapa Instrumen Kebijakan Moneter yang Perlu Anda Ketahui! Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuannya Apakah yang Dimaksud dengan Standar Deviasi? Bagaimana Rumus dan Contoh Soal yang Tepat? Nah, demikianlah ulasan lengkap mengenai macam-macam diagram. Mengingat pentingnya fungsi diagram dalam penyajian data dan informasi, maka ada baiknya Anda mempelajari diagram dengan lebih mendalam. Akhirnya, admin berharap semoga artikel macam-macam diagram dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari dapat menambah luas wawasan dan pengetahuan Anda semua. Pastikan Anda sudah subscribe email ke agar tidak ketinggalan update informasi dan artikel terbaru. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
Penyajian data merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan penulisan laporan ilmiah, laporan perusahaan, maupun untuk keperluan lainnya seperti penulisan berita dan data adalah kegiatan menampilkan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami melalui tabel, grafik/ diagram atau bentuk lainnya, untuk menunjukkan hubungan, perbandingan, pola, kecenderungan maupun pencilan dalam artikel ini, kita akan bersama-sama melihat beberapa metode penyajian data, meliputi pengertian, bentuk-bentuk, teknik dan contoh penyajian penyajian dataPenyajian data adalah kegiatan menampilkan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami melalui tabel, grafik/ diagram atau bentuk lainnya, untuk menunjukkan hubungan, perbandingan, pola, kecenderungan maupun pencilan dalam kegiatan penelitian, penyajian data termasuk dalam satu kegiatan dalam pembuatan laporan penelitian yang dilakukan untuk memperlihatkan data dan informasi yang telah dikumpulkan, beserta hasil data sangat berkaitan dengan statistika, terutama statistika deskriptif. Dalam statistika, penyajian data statistik diartikan sebagai suatu bentuk penataan data statistik agar data statistik lebih mudah dibaca dan mudah dipahami oleh pengguna data, sehingga kesimpulan-kesimpulan yang diambil terhadap data akurat dan tidak penyajian data adalah agar data ditampilkan ke dalam bentuk tertentu seperti tabel ataupun grafik agar lebih mudah dipahami oleh pengguna atau pembaca penyajian data beserta contohnyaAda bentuk-bentuk penyajian data dalam statistika yang dapat digunakan sesuai dapat disajikan dalam bentukTabelDiagramNarasi/ teksNumerikPetaAgar lebih lengkap penjelasannya, saya sertakan contoh dan bila memungkinkan, cara keperluan tersebut, kita akan gunakan data sederhana SDN WanokuniNamaDesa Orang TuaMatematikaIPAIPSLuffyRingoLPNS354ZoroKuriLPNS543UsopRingoLWiraswasta538BrookKuriLSeniman589FrankyKuriLSeniman678RobinKuriPPeneliti699NamiUdonPKaryawan swasta789JinbeUdonLKaryawan swasta856SanjiKuriLKaryawan swasta967CarrotUdonPPNS978KaidoOniLWiraswasta355YamatoOniPSeniman467KingOniLPeneliti545QueenOniLWiraswasta456JackOniLKaryawan swasta334Penyajian data dalam bentuk tabelData yang sudah kita kumpulkan atau yang kita dapatkan dari proses sampling atau pengumpulan data maupun sumber lain biasanya berupa data-data ini akan ditampilkan dalam dokumen seperti laporan ilmiah, maka data tabel perlu disajikan dengan penyajian data dalam bentuk tabel yaituTabel baris kolomTabel kontingensiTabel distribusi frekuensiTabel ringkasanTabel baris kolomTabel baris dan kolom merupakan tabel sederhana, di mana setiap data ditampilkan apa adanya. Contoh paling sederhana adalah tabel yang sudah ditampilkan di atas dapat juga berupa tabel frekuensi, yaitu tabel yang menunjukkan jumlah berdasarkan kategori tertentu. Misal Jumlah siswa berdasarkan jenis lainnyaJumlah penduduk per kabupaten di Provinsi siswa SMA per kecamatan di Kabupaten kontingensiTabel kontingensi adalah tabel baris dan kolom yang memiliki karakteristik tersendiri, yaitu menyajikan data dengan 2 faktor atau 2 variabel. Setiap variabel terdiri dari sejumlah kategori yang dapat muncul sebagai baris, kolom, dan kontingensi mendeskripsikan asosiasi antara dua variabel kategorikal atau lebih dengan menampilkan frekuensi dari semua kombinasi kontingensi dapat dibagi menjaditabel kontingensi dua arahtabel kontingensi tiga arahJika kembali menggunakan contoh data kita, kita dapat membuat data jumlah siswa berdasarkan pekerjaan tabel dua arah Siswa berdasarkan asal desa dan jenis kelaminDesa/JKLPTotalKuri415Ringo22Udon123Total7310Contoh tabel dua arah Siswa berdasarkan pekerjaan orang tua, asal desa, dan jenis kelaminPekerjaan orang tuaKuriOniRingoUdonLPLPLPLPKaryawan swasta1 1 11Peneliti 11 PNS1 1 1Seniman2 1 Wiraswasta 2 1 Grand Total41412012Tabel distribusi frekuensiTabel distribusi frekuensi digunakan untuk menampilkan distribusi frekuensi untuk data kategorikal atau numerikal data yang kita miliki berjumlah banyak, kita juga bisa tambahkan kolom frekuensi relatif, dalam bentuk persentase contoh penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi variasi pengamatan yang kita miliki cukup banyak, kita bisa juga membuat tabel distribusi frekuensi kita kelaskan terlebih dahulu setiap pengamatan, baru kemudian menghitung contoh di bawah ini data dalam bentuk diagramKita dapat meringkas dan menyajikan data secara visual menggunakan diagram atau cara ini, kita dapat memberi gambaran tentang data kita secara cepat, atau untuk menonjolkan atau mempertegas insight atau temuan dari banyak sekali jenis-jenis penyajian data dalam bentuk diagram atau grafik. Berikut tiga yang paling populerDiagram batangDiagram lingkaranHistogramDiagram batangDiagram batang merupakan suatu diagram yang menggunakan perbedaan panjang batang-batang persegi untuk menampilkan batang sangat sesuai digunakan untuk tujuan membandingkan antar Siswa berdasarkan pekerjaan orang tuaDiagram lingkaranPie chart atau diagram lingkaran digunakan untuk menampilkan data kategorik khususnya data nominal. Penyajian ini menunjukkan distribusi data dalam group total 100%. Setiap kelas data disajikan dalam bentuk %, terkadang perlu menyajikan pula jumlah data contoh, berikut penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran untuk jumlah siswa berdasarkan jenis digunakan untuk menunjukkan sebaran frekuensi dari data numerikal. Bisa distribusi dari frekuensi-nya atau frekuensi relatif-nyaHistogram dapat digunakan untuk melihatUkuran penyebaran dan ukuran pemusatan dataAdanya data outlierMendeteksi ada bimodus/tidakBerikut ini contoh data hasil UN mata pelajaran IPS yang disajikan dalam bentuk data dalam bentuk narasi/ teksDalam format ini, data disajikan dalam bentuk narasi melalui kalimat. Biasanya, data-data yang disajikan berupa data deskriptif hasil penelitian contohMayoritas penduduk menanggapi program vaksinasi dengan Desa Abdi berpenghasilan rendah menolak pembangunan hotel data dalam bentuk numerik/ angkaBiasanya, penyajian ini berupa kalimat yang di dalamnya disertai pula statistik berupa angka rata-rata, presentase atau jumlah suatu kejadian atau contohnyaIndonesia memiliki pulau yang tersebar dari Sabang sampai nilai ujian matematika SD N Wano adalah 7, data dalam bentuk petaJika data memiliki informasi lokasi, data tersebut dapat disajikan dalam bentuk data dalam bentuk peta memiliki kelebihan. Kelebihan itu di antaranya, pembaca dapat melihat dengan jelas lokasi, distribusi, pola dan kecenderungan suatu kejadian tertentu secara contoh, lihat perbandingan data sebaran tindakan kriminal yang disajikan dalam bentuk tabel dan peta berikut yang disajikan dalam bentuk peta dapat menunjukkan bahwa kejadian kriminal ternyata berpusat pada daerah-daerah tertentu dan lebih tinggi di daerah utara jika dibandingkan dengan sebelah artikel ini, kita telah bersama-sama melihat beberapa metode penyajian data, meliputi pengertian, bentuk-bentuk, teknik dan contoh penyajian dapat disajikan dalam banyak bentuk dan banyak cara. Bentuk penyajian data akan tergantung pada pengguna atau pembaca dan informasi atau data yang perlu disampaikan.
cara yang tepat untuk menyajikan informasi yang berupa data adalah