Ekonominyasangat efisien dan bersaing dalam area yang berhubungan ke perdagangan internasional, tetapi produktivitas lebih rendah di bidang agriklutur, distribusi, dan pelayanan . Setelah mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia dari 1960-an ke 1980-an, ekonomi Jepang merosot secara drastis pada awal 1990-an, ketika "ekonomi gelembung
FaktorPenentu Berkembangnya Industri Jepang. Kebangkitan negara sakura ini dari keterpurukan ekonominya hingga menyandang predikat sebagai negara maju, karena penerapan teknologi tepat guna. Namun dibalik semua itu, terdapat faktor penentu yang bisa membuatnya semakin bangkit. Berikut ini beberapa faktor yang membuatnya semakin maju.
Pembentukanmodal meningkatkan ketersediaan modal per pekerja, yang selanjutnya meningkatkan rasio modal / tenaga kerja. Akibatnya, produktivitas tenaga kerja meningkat, yang akhirnya menghasilkan peningkatan output dan pertumbuhan ekonomi. 4. Pengembangan Teknologi.
Masalahkepadatan penduduk inilah yang menjadi awal kesulitan Jepang dan menjadi faktor yang cukup penting dalam kerangka imperialisme Jepang di Asia. 2. Retriksi (pembatasan) Imigrasi Bangsa Jepang. Sejarah emigrasi bangsa Jepang dimulai pda tahun 1868 dengan keberangkatan kapal yang memuat para pemukim Jepang yang pertama ke Hawaii.
Berikutadalah penjelasannya. Industri merupakan kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi. I ndustri di Jepang dapat maju karena didorong oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut. Memiliki modal yang besar.
Mayoritaspenduduk jepang beragama shinto yang merupakan agama asli jepang. Dalam agama tersebut, ada sebuah ajaran yang membuat mereka terbersit untuk menjadi negara imperialis. Yakni adanya ajaran Hakko I Chiu dimana dalam ajaran tersebut, mereka meyakini bahwa seluruh bangsa di dunia ini adalah keluarga dengan jepang sebagai kepala keluarganya.
uJ16Z. JAKARTA – Ekonomi Jepang tercatat beberapa kali membuat kejutan di tengah ketidakpastian global sepanjang tahun ini. Hal tersebut sedikit banyak menunjukkan ketahanan ekonomi Negeri Sakura menghadapi tantangan domestik dan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, pertumbuhan PDB Jepang sudah pasti menjadi salah satu yang sangat dipantau oleh mitra-mitra dagangnya dan pelaku pasar pada domestik bruto PDB Jepang tak diduga berekspansi dengan laju jauh lebih cepat dari yang sebelumnya dilaporkan untuk kuartal III/ demikian, revisi peningkatan yang jauh lebih besar untuk pertumbuhan PDB kuartal ketiga berisiko membawa ekonomi Jepang dapat menghadapi penyusutan lebih dalam pada kuartal IV/2019 sebagai respons atas pajak penjualan lebih tinggi yang berlaku mulai Oktober. Untuk diketahui, per 1 Oktober 2019, pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe meluncurkan kebijakan kenaikan pajak penjualan nasional dari 8 persen menjadi 10 ini dianggap sebagai kebijakan yang mampu memperbaiki keuangan negara yang tertekan. Di sisi lain, kenaikan pajak juga dapat merugikan ekonomi di tengah perang dagang dan permintaan eksternal yang JugaPercepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Kemenperin Gandeng JepangProspek Ekonomi Indonesia, Rachmat Gobel Paparkan Perihal Ini di JepangKuartal III/2019, Ekonomi Jepang Ternyata Tumbuh Lebih CepatNamun PM Abe menyatakan siap untuk mengambil semua langkah terbaik jika risiko terhadap ekonomi meningkat menyusul kenaikan pajak penjualan dan meningkatnya ketidakpastian pertumbuhan ekonomi Jepang sepanjang tahun 2019, seperti yang dihimpun I/2019Setelah menutup tahun lalu dengan pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan pada kuartal IV/2018, ekonomi Jepang secara tak terduga mengawali tahun 2019 dengan pertumbuhan yang melampaui ekspektasi pada kuartal I/ dari Bloomberg, PDB Jepang tumbuh 2,1 persen secara year-on-year pada kuartal pertama, dengan ekspor neto yang secara teknis memicu pertumbuhan peningkatan belanja modal berhasil membantu mendorong ekonomi Jepang berekspansi dengan laju lebih cepat pada kuartal pertama tahun ini, terlepas dari kekhawatiran mengenai perlambatan China dan perang dagangnya dengan Amerika revisi yang dirilis oleh Kantor Kabinet Jepang menunjukkan PDB Jepang tumbuh 2,2 persen secara tahunan pada kuartal I/2019, lebih besar dari data pertumbuhan awal sebesar 2,1 ekonom telah memperkirakan adanya revisi kenaikan dalam pertumbuhan PDB mengingat angka belanja modal yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal I/2019 yang dirilis angka pertumbuhan mendukung pandangan pemerintah bahwa ekonomi Jepang menunjukkan ketahanan dalam menghadapi permintaan global yang melambat dan perang demikian, angka pertumbuhan itu masih membayangi kelemahan dalam ekonomi, karena sebagian besar ekspansi disebabkan oleh impor yang turun lebih cepat ketimbang ekspor, sehingga mengakibatkan ekspor neto mendorong ekonomi secara angka PDB terus menunjukkan pertumbuhan pada kuartal pertama, prospeknya telah memburuk sejak ketegangan perdagangan antara AS dan China bereskalasi tajam pada awal Mei."Ke depannya, stimulus fiskal dan konsumsi menit terakhir jelang kenaikan pajak penjualan pada Oktober kemungkinan akan mendukung pertumbuhan moderat pada kuartal II dan III,” ujar Ekonom Bloomberg Yuki Masujima.“Tapi ada risiko pada sisi negatifnya. Perang perdagangan AS-China mengancam akan mengurangi ekspor. Sentimen penghindaran risiko juga bisa mengangkat yen sehingga memotong daya saing Jepang dan meredam inflasi,” lanjut II/2019Investasi bisnis dan pengeluaran konsumen berhasil mendorong ekonomi Jepang tumbuh lebih dari yang diperkirakan pada kuartal II/2019. PDB Jepang tumbuh 1,8 persen secara tahunan pada kuartal II/2019 dari kuartal pada kuartal II terbantukan peningkatan belanja konsumen yang didukung libur umum dan pembelian menjelang kenaikan pajak penjualan yang direncanakan pada bulan faktor tersebut, ada perkiraan bahwa kondisi serupa akan sulit berlanjut terutama setelah kenaikan pajak sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jepang juga terus dibukukan sepanjang periode tersebut meskipun ekspor mencatat penurunan yang ekonomi Jepang berekspansi dengan laju lebih lambat dari yang sebelumnya dilaporkan untuk kuartal kedua. PDB Jepang tumbuh 1,3 persen secara tahunan pada kuartal II dari kuartal I/2019, menurut data revisi yang dirilis Kantor ekonom telah memperkirakan pertumbuhan keseluruhan akan menjadi lebih kecil karena berkurangnya investasi bisnis oleh produsen di tengah dampak eskalasi tensi perdagangan terhadap prospek saja, ekonomi Jepang terus berekspansi terlepas dari adanya proyeksi suram yang melihat efek negatif perlambatan global terhadap sektor ekspor dan produsen menunjukkan tanda-tanda ketegangan, permintaan domestik dan investasi oleh non-produsen tetap solid.“Singkatnya, revisi itu tidak menambah apa pun yang akan menentang pandangan bahwa ekonomi tetap cukup kuat untuk menghadapi kenaikan pajak penjualan pada bulan Oktober. Risiko utama yang kami lihat adalah ancaman proteksionisme AS yang memukul sektor otomotif Jepang,” jelas Yuki III/2019Ekonomi Jepang lagi-lagi membuat catatan tak terduga dengan berekspansi jauh lebih cepat dari yang sebelumnya dilaporkan untuk kuartal ketiga, didorong oleh investasi modal yang lebih kuat dan konsumsi swasta menjelang kenaikan pajak penjualan pada Kantor Kabinet yang dirilis pada pertengahan Desember menunjukkan PDB Jepang direvisi tumbuh 1,8 persen secara tahunan pada kuartal III/2019 dari kuartal tersebut jauh lebih besar daripada laporan sebelumnya untuk pertumbuhan hanya 0,2 persen, juga lebih kuat dari seluruh proyeksi ekonom dalam survei Bloomberg dan estimasi median untuk ekspansi sebesar 0,6 peningkatan pertumbuhan untuk kuartal ketiga muncul lebih kuat dari perkiraan awal pemerintah setelah belanja modal perusahaan terbukti dua kali lebih kuat dari yang diperkirakan yang berkelanjutan dalam investasi bisnis menjadi tanda positif bahwa kekhawatiran atas perlambatan global belum melemahkan sentimen perusahaan.“Pengeluaran modal adalah pendorong utama untuk revisi pertumbuhan,” terang Norio Miyagawa, ekonom senior di Mizuho Securities Co., seperti dilansir dari Bloomberg.“Kekurangan pekerja memaksa perusahaan untuk berinvestasi dalam peralatan yang hemat tenaga kerja, sementara kenaikan pajak penjualan pada 1 Oktober juga mungkin telah mendorong beberapa perusahaan untuk memajukan investasi,” angka revisi itu menunjukkan dorongan permintaan domestik terhadap pertumbuhan di Jepang terlepas dari adanya perlambatan global, pengeluaran awal sebelum kenaikan pajak dapat memperkuat kontraksi yang diperkirakan terjadi pada kuartal keempat ketika ekonomi menghadapi dampak dari pajak yang lebih tinggi dan bencana alam.“Revisi peningkatan yang secara tak terduga tampak besar untuk pertumbuhan PDB kuartal III membuat ekonomi dapat menghadapi penyusutan lebih dalam pada kuartal IV sebagai respons atas pajak penjualan yang lebih tinggi,” ujar Yuki Masujima, Ekonom Bloomberg.“Masalahnya kemudian adalah apakah ekonomi dapat bangkit kembali untuk menghindari resesi..Pandangan kami adalah bahwa pengeluaran fiskal yang lebih tinggi akan datang untuk menyelamatkan tepat pada waktunya,” domestik bruto diperkirakan berkontraksi 2,6 persen pada kuartal IV/2019 karena konsumen enggan meninggalkan rumah mereka pascakenaikan pajak penjualan PemerintahPada Kamis 5/12/2019, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan paket stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang menghadapi kemerosotan ekspor, bencana alam, dan dampak dari kenaikan pajak kebijakan tersebut akan mencakup langkah-langkah fiskal senilai 13 triliun yen US$119 miliar, yang dirancang untuk membantu pemulihan bencana, melindungi terhadap risiko ekonomi, dan mempersiapkan negara setelah Olimpiade Tokyo itu bertujuan untuk membuat ekonomi Jepang kembali berjalan dan menghindari kemunduran lebih lanjut dalam permintaan global yang memicu resesi awal tahun depan.“Paket ekonomi terbaru Jepang kemungkinan tidak akan mendorong pertumbuhan secara signifikan, tetapi akan cukup untuk menghindari kontraksi kuartal ini [keempat] yang berisiko berubah menjadi resesi awal tahun depan,” ungkap Yuki Masujima.“Perdana Menteri Shinzo Abe mungkin perlu meningkatkan stimulus fiskal pada tahun 2020 jika permintaan luar negeri memburuk lagi," ini diambil setelah Dana Moneter Internasional IMF mengimbau agar Bank Sentral Jepang dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. IMF juga memangkas prospek pertumbuhan Jepang untuk ketiga kalinya tahun ini di tengah tantangan memangkas proyeksi pertumbuhannya untuk ekonomi terbesar ketiga dunia tahun ini menjadi 0,8 persen dari proyeksi sebelumnya 0,9 persen, serta potensi perlambatan pada kisaran 0,5 persen untuk tahun Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada dasarnya memberikan lampu hijau untuk paket stimulus yang direncanakan Perdana Menteri Shinzo Abe. Dia menyerukan peningkatan pengeluaran pemerintah untuk menopang pertumbuhan dan juga membuat beberapa rekomendasi agar kebijakan BOJ dapat menjadi lebih berkelanjutan, termasuk obligasi jangka pendek serta menegaskan reformasi struktural yang lebih ambisius untuk mendorong mengatakan ketahanan permintaan domestik Jepang akan diuji oleh perlambatan global serentak dalam waktu dekat dan oleh demografi negara itu sendiri, dalam jangka panjang.“Kebijakan fiskal Jepang harus mendukung untuk melindungi pertumbuhan jangka pendek dan mempromosikan momentum inflasi. Di luar pertimbangan jangka pendek, komitmen yang jelas untuk keberlanjutan fiskal jangka panjang sangat penting,” tambah Georgieva. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini ekonomi jepang Editor Mia Chitra Dinisari Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
Mahasiswa/Alumni Universitas Lampung25 Desember 2021 1715Hai Nesya R, kakak bantu jawab ya. Faktor-faktor yang mendorong Jepang berubah menjadi negara maju yang kuat secara ekonomi dan militer adalah adanya modernisasi sistem pendidikan, politik, militer, dan ekonomi. Untuk lebih jelasnya, pahamilah penjelasan berikut Kemajuan Negara Jepang, tidak dapat dilepaskan dari Restorasi Meiji. Restorasi Meiji dimulai ketika kaisar Mutsuhito yang masih berusia 16 tahun terpilih untuk memimpin Jepang pada tahun 1868. Periode ini ditandai dengan kejatuhan keshogunan Tokugawa dan proses perubahan bagi Jepang dari negara feodal menuju negara industri modern. Dengan adanya Restorasi Meiji, Jepang yang sebelumnya menutup diri dengan negara luar menjadi terbuka. Bahkan, Jepang tidak pernah berhenti untuk memahami dan menyerap ilmu pengetahuan, ide-ide kemajuan barat dan perkembangan teknologi di dunia lain. Pada masa Restorasi Meiji, banyak kebijakan baru diterapkan yang menjadi faktor-faktor pendorong Jepang berkembang sebagai negara maju. Kebijakan-kebijakan ini ialah sebagai berikut. 1. Modernisasi politik Jepang mengadopsi sistem pemerintahan konstitusional yang dijalankan secara bertahap mengikuti perubahan sosial. Perancangan konstitusi meniru model negara jerman yang dijalankan pada tahun 1889 dan parlemen imperial di bentuk pada tahun 1890. Jepang menjadi negara non-barat pertama dengan fungsi konstitusi. 2. Modernisasi sistem pendidikan Pada masa Meiji, dikembangkan sistem pendidikan barat. Sistem tersebut masuk ke Jepang dengan adanya perubahan politik pada masa itu. Sebagai akibat dari diadakannya politik pintu terbuka, maka pada masa itu banyak dikirim para pelajar Jepang ke barat. Di samping itu juga, pemerintah Jepang memperkerjakan para pengajar asing yang didatangkan dari luar negeri. Para pengajar asing inilah yang membawa pemikiran pendidikan barat serta buku-buku teks dan peralatan pengajaran barat ke Jepang. Pemerintahan meiji merubah sistem pendidikan mencontoh sistem Prancis dan Jerman, serta menerapkan program wajib belajar. Meskipun mencontoh sistem dan pemikiran barat, Pemerintah tetap menanamkan pemikiran atau kesadaran nasional dalam proses pendidikannya. 3. Modernisasi militer Jepang membangun militer dengan bantuan negara-negara barat. Jepang bekerjasama dengan Negara Inggris dalam mengembangkan Angkatan Laut. Pemerintah juga segera mangambil alih fasilitas pembuatan senjata dan penggunaannya untuk industri perang. Pemerintahan Meiji memperkenalkan wajib militer menyeluruh. Wajib militer ini diberlakukan untuk semua laki-laki berumur 20 tahun keatas. Disamping itu, Jepang juga mengirimkan seorang utusan bernama Yamagata Aritomo ke Prancis dan Prusia Jerman untuk mempelajari organisasi militer modern model barat. 4. Modernisasi ekonomi Toshimichi Okubo merupakan perwakilan yang dikirim Jepang untuk mempelajari negara barat. Ia tertarik dengan teknologi barat. Saat kembali ke Jepang, Okubo yang kemudian menjadi menteri keuangan memperkenalkan industrialisasi. Kebijakannya mencakup mempekerjakan pelatih asing, pembangunan industri domestik, pembangunan jalan, jalur kereta api dan pusat penelitian agrikultur. Banyak perusahaan negara bergerak di produksi militer, pemberdayaan sutra, pembuatan kapal dan pertambangan. Sistem baru seperti sistem moneter, banking, dan perusahaan saham gabungan juga diperkenalkan. Semoga membantu ya.
Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Mulai dari sumber daya alam, sumber daya manusia, sampai kemajuan teknologi berperan besar dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Indikator pertumbuhan ekonomi ini selalu dijadikan target utama bagi tiap pemerintahan di suatu negara demi memastikan bahwa negaranya bergerak ke arah yang maju dan lebih baik. Jika pertumbuhan ekonomi merosot, tentu mereka harus berpikir keras bagaimana mengembalikannya. Mengetahui angka pertumbuhan ekonomi juga sangat penting untuk menentukan arah kebijakan dan strategi ke depannya. Lantas apa sih yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi dan apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi? Apa itu pertumbuhan ekonomi? Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah proses perubahan kondisi ekonomi suatu negara secara berkesinambungan, menuju ke keadaan yang lebih baik dalam jangka waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi ini bisa terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya lewat kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusia. Pertumbuhan ekonomi suatu negara bisa dilihat dari beberapa tanda-tanda, seperti meningkatnya produktivitas barang jasa dan meningkatnya pendapatan negara. Sementara indikator pertumbuhan ekonomi bisa dilihat dari Produk Domestik Bruto PDB. Bagaimana cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara? Sebelum membahas tentang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, penting untuk mengetahui bagaimana sih cara mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan tersebut bisa dilihat dari pergerakan PDB dari tahun ke tahun. PDB merupakan nilai pasar dari barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam satu periode, biasanya satu tahun. Data tentang PDB ini selalu diumbar oleh pemerintah ke masyarakat melalui situs resmi atau media massa. Lalu bagaimana cara mengukur pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan PDB? Keterangan, R= Pertumbuhan Ekonomi PDBrt= Produk Domestik Bruto tahun tertentu PDBrt-1= Produk Domestik Bruto tahun sebelumnya Dengan rumus tersebut, kamu bisa mengetahui berapa persen pertumbuhan ekonomi suatu negara. Lantas, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi? sumber daya alam termasuk faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara ada yang dari dalam atau internal dan ada juga yang dari luar atau eksternal. Meningkatkan kualitas dan kuantitas faktor-faktor ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara efektif. Setidaknya ada lima faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. 1. Sumber daya alam Pertumbuhan ekonomi bisa menunjukkan sisi positifnya bila suatu negara memiliki sumber daya alam yang memadai dan dibutuhkan oleh banyak negara. Indonesia sendiri memiliki banyak sumber daya alam yang bermanfaat, seperti misalnya mulai dari gas, minyak, timah, dan lain-lain. Total kekayaan sumber daya alam di Indonesia sendiri diperkirakan mencapai lebih dari Rp 200 ribu triliun! Asalkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi suatu negara akan bergerak positif. 2. Infrastruktur Pemerintahan Jokowi di periode 2014-2019 kemarin sangat mementingkan pembangunan infrastruktur. Jalan tol, pelabuhan, sampai bandara baru dibangun guna menunjang aktivitas kegiatan ekonomi. Semakin bagus infrastrukturnya, maka semakin rendah biaya produksi yang akan dikeluarkan oleh sektor industri. Misalnya dengan adanya Tol Jawa yang membentang dari ujung Jawa Barat sampai Jawa Timur telah membantu mempercepat sektor industri dalam proses pendistribusian barang. 3. Sumber daya manusia Bukan cuma sumber daya alam saja, sumber daya manusia juga menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Negara bisa menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusia agar lebih terampil dan terlatih. Kualitas sumber daya manusia yang terampil dan terlatih akan berguna untuk mendongkrak produktivitas bisnis. Jika banyak bisnis berkembang, tentu pertumbuhan ekonomi juga akan terdongkrak. 4. Teknologi Sekarang zaman sudah semakin canggih, teknologi pun menjelma menjadi faktor yang menentukan bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan kehadiran teknologi, sektor industri menjadi lebih mudah untuk meningkatkan produktivitas mereka, bahkan ketika tenaga kerjanya tak memadai. 5. Hukum dan kebijakan Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi selanjutnya tentu saja hukum dan kebijakan suatu negara. Contohnya. pertumbuhan ekonomi bisa bergerak positif bila didukung dengan kebijakan yang ramah industri. Faktor apa saja yang menghambat pertumbuhan ekonomi? Sementara itu, ada beberapa faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi itu melambat. Apa saja? 1. Rendahnya akses kesehatan dan pendidikan Di Indonesia sendiri, masih banyak kelompok masyarakat yang sulit mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan yang memadai. Padahal kesehatan dan pendidikan salah satu faktor yang bisa meningkatkan produktivitas masyarakat. Oleh sebabnya, kelompok ini sangat sulit untuk bekerja lebih produktif, karena keterbatasan akses tersebut. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memberikan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang adil bagi semua orang, salah satunya lewat BPJS Kesehatan dan Bantuan Operasional Sekolah. 2. Kurangnya infrastruktur yang diperlukan Inilah salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di daerah di Indonesia mengalami ketimpangan. Sebut saja, Jawa lebih maju ketimbang daerah Indonesia Timur, karena Jawa merupakan pusat pemerintahan dan memiliki infrastruktur yang memadai. Sementara di Timur sana, infrastruktur baru mulai dikebut beberapa tahun belakangan ini. Padahal sumber daya alam di sana sangatlah melimpah dan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menggejot pertumbuhan ekonomi Indonesia. 3. Tidak adanya kepastian investasi Investasi bisa membantu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tapi sayangnya, investor ogah mengalokasikan asetnya ke negara yang tidak bisa memberikan keuntungan di masa depan bagi mereka. 4. Kondisi politik yang tidak stabil Kondisi politik yang tidak stabil juga menimbulkan ketakutan bagi para investor. Contohnya seperti pertarungan politik antara oposisi dan koalisi yang terjadi secara terus-menerus bisa menimbulkan ketidakpastian iklim investasi. 5. Korupsi Korupsi apalagi yang melibatkan keuangan negara jelas sangat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Maraknya kasus korupsi juga membuat iklim investasi menjadi tidak stabil. Apa bedanya pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi? Selain pertumbuhan ekonomi, mungkin kamu juga mendengar kata pembangunan ekonomi. Kedua hal ini ternyata tidaklah sama. Pertumbuhan EkonomiPembangunan EkonomiLingkup pertumbuhan ekonomi lebih sempit. Biasanya dilihat dari PDB tahunanSementara konsep pembangunan ekonomi jauh lebih luas, tidak hanya melihat dari PDB, tetapi juga dari standar hidup masyarakatnyaPertumbuhan ekonomi berfokus pada pendapatan negara sajaPembangunan ekonomi tidak hanya melihat dari pendapatan negara, tetapi juga peningkatan pendapatan dan kualitas hidup masyarakatnyaDilihat dalam jangka waktu singkat, biasanya per tahunDilihat dalam jangka waktu yang lamaDiukur secara kuantitatif dari PDBDiukur secara kuantitatif dan kualitatif dengan indeks pembangunan manusia Bagaimana cara agar sebuah negara bisa mendorong pertumbuhan ekonomi? Jika sebuah negara memiliki banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seperti yang disebutkan di atas, pertumbuhan ekonomi bukanlah perkara yang sulit untuk diraih. Tapi bagaimana jika faktor-faktor tersebut terbatas, negara tersebut harus berpikir secara cerdas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengeluarkan kebijakan fiskal yang masif. Apa saja? Bisa dengan pemotongan pajak, atau justru menghamburkan lebih banyak uang untuk memberikan subsidi. Dengan cara itu akan memberikan keleluasaan kepada sektor industri maupun masyarakat untuk lebih produktif lagi. Tapi sayangnya kebijakan ini tidak bisa dilakukan terus-terusan, khawatirnya justru akan membuat negara merugi, dan pertumbuhan ekonomi malah merosot. Bank Sentral setiap negara juga bisa membantu merangsang pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan moneter mereka, seperti mengedarkan lebih banyak uang dan menurunkan suku bunga. Intinya faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi bukan hanya sebatas barang dan jasa saja, melainkan juga hukum dan kebijakan.
dibawah ini adalah faktor pendorong perekonomian jepang berkembang pesat kecuali