Meskidemikian, ijma' ulama tidak memperbolehkan qashar untuk shalat maghrib dan subuh. Syihabuddin Abu Syuja' Al Ashfahani dalam kitab Fathul Qorib menjelaskan bahwa syarat qashar antara lain: Hanya untuk shalat yang jumlah rakaatnya 4. Jarak minimum untuk diperbolehkannya qashar yaitu 16 Farsyakh atau 88,6 Km.
Gyxsgl. ๏ปฟKali ini kita akan belajar memutholaah Kitab Fathul Qorib bab sholat id yang bisa Sobat lihat di kitabnya di sekitar halaman 19. ููุตููู ููุตูููุงุฉู ุงููุนูููุฏููููู Fasal Sholat dua hari raya, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adlha ุณููููุฉู ู
ูุคููููุฏูุฉู hukumnya adalah sunnah muakkad. Sholat hari raya disunnahkan untuk berjamaโah bagi orang sendirian, musafir, orang merdeka, budak, khuntsa banci dan wanita yang tidak cantik dan tidak dzatul haiat wanita yang gerak geriknya mengandung perhatian. Sedangkan untuk wanita lanjut usia, maka sunnah menghadiri sholat hari raya dengan mengenakan pakaian keseharian tanpa memakai wewangian. Waktu pelaksanaan sholat Ied adalah di antara terbitnya matahari dan tergelincirnya. ูููููู Sholat ied ุฑูููุนูุชูุงูู adalah sholat dua rakaat, yaitu melakukan takbiratul ihram dua rakaat tersebut dengan niat sholat idul Fitri atau idul Adha dan membaca doโa iftitah. ูู ููู ุงููุฃูููููู ุณูุจูุนูุง ุณูููู ุชูููุจูููุฑูุฉู ุงููุฅูุญูุฑูุงู
ู Dan membaca takbir di dalam rakaat pertama tujuh kali selain takbiratul ihram, kemudian membaca taโawudz, membaca surat Al Fatihah, dan membaca surat setelah Al Fatihah dengan mengeraskan suara. ุงูุซููุงููููุฉู ุฎูู
ูุณูุง ุณูููู ุชูููุจูููุฑูุฉู ุงููููููุงู
ู ูููู ู Dan membaca takbir di dalam rakaat kedua lima kali selain takbir untuk berdiri, kemudian membaca taโawudz, lalu membaca surat Al Fatihah dan surat Iqtarabat dengan mengeraskan suara. ุฎูุทูุจูุชููููู ุจูุนูุฏูููู
ูุง ููููุฎูุทูุจู Dan melakukan khutbah sunnah setelah melaksanakan sholat dua rakaat, dengan 2 khutbah ุงูุซููุงููููุฉู ุณูุจูุนูุง ููููุจููุฑู ูููู ูู ููููุจููุฑู ูููู ุงููุฃูููููู ุชูุณูุนูุง membaca takbir di permulaan khutbah pertama sembilan kali secara terus menerus, dan membaca takbir di permulaan khutbah kedua tujuh kali secara terus menerus. Seandainya kedua khutbah dipisah dengan bacaan tahmid, tahlil dan puji-pujian, maka hal itu adalah baik. Takbir terbagi menjadi dua, takbir mursal, yaitu takbir yang tidak dilaksanakan setelah sholat. Dan takbir muqayyad, yaitu takbir yang dilakukan setelah pelaksanaan Mushannif memulai dengan menjelaskan takbir yang pertama. Beliau berkata, ููููููุจููุฑู membaca takbir itu sunnah bagi setiap orang laki-laki, wanita, orang yang berada di rumah, dan musafir, di rumah-rumah, jalan-jalan, masjid-masjid dan pasar-pasar, ู
ููู ุบูุฑูููุจู ุงูุดููู
ูุณู ู
ููู ููููููุฉู ุงููุนูููุฏู mulai dari terbenamnya matahari malam hari raya, maksudnya hari raya Idul Fitri. Kesunnahan takbir ini tetap berlangsung ุฅูููู ุฃููู ููุฏูุฎููู ุงููุฅูู
ูุงู
ู ููู ุงูุตููููุงุฉู hingga imam mulai melaksanakan sholat ied. Tidak disunnahkan membaca takbir setelah pelaksanaan sholat di malam hari raya Idul Fitri. Akan tetapi di dalam kitab al Adzkar, imam an Nawawi lebih memilih bahwa takbir tersebut hukumnya sunnah. Kemudian mushannif beranjak menjelaskan takbir muqayyad. Beliau berkata, ุงููุฃูุถูุญูู ุฎููููู ุงูุตููููููุงุชู ุงููู
ูููุฑูููุถูุงุชู ูููู ู dan sunnah membaca takbir saat hari raya Idul Adha setelah melaksanakan sholat-sholat fardluโ, adaโ dan qadlaโ. Begitu juga setelah sholat rawatib, sholat sunnah mutlak dan sholat jenazah, ู
ููู ุตูุจูุญู ููููู
ู ุนูุฑูููุฉู ุฅูููู ุงููุนูุตูุฑู ู
ููู ุขุฎูุฑู ุฃููููุงู
ู ุงูุชููุดูุฑููููู mulai waktu Subuh hari Arafah hingga Ashar di akhir hari Tasyrik. Bentuk bacaan takbir adalah ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ููุง ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ูู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ููููููู ุงููุญูู
ูุฏูุ ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ููุจูููุฑูุง ููุงููุญูู
ูุฏู ููููู ููุซูููุฑูุง ููุณูุจูุญูุงูู ุงูููู ุจูููุฑูุฉู ููุฃูุตูููููุง ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู ููุญูุฏููู ุตูุฏูููู ููุนูุฏููู ููููุตูุฑู ุนูุจูุฏููู ููุฃูุนูุฒูู ุฌูููุฏููู ููููุฒูู
ู ุงููุฃูุญูุฒูุงุจู ููุญูุฏููู" โAllah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan segala puji hanya milik Allah. Allah Maha Besar dengan sesungguhnya. Dan segala puji yang banyak hanyak untuk Allah. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Tidak ada tuhan selain Allah, hanya Allah. Yang Telah membenarkan janji-Nya, Menolong hamba-Nya, memenangkan pasukan-Nya dan mengalahkan musuh-musuhnya hanya dengan sendirian โFasal selanjutnya tentang sholat gerhana KITAB TERLARIS Fathul Qorib Makna Pesantren Kitab Kuning Fathul Qorib Fathul Qorib Kurasan Fathul Qorib Dar Alamiyah Fathul Qorib Tegalrejo Matan Taqrib
Artikel kali ini merupakan penjelasan bab shalat lengkap dari Kitab Fathul Qariib dari halaman 11 sampai halaman 18. Bab ini terdiri dari beberapa fasal atau kitab yakni - hukum sholat - syarat wajib sholat - syarat sholat - rukun sholat - rakaat sholat fardu - jenis rukun sholat - waktu haram sholat - sholat berjamaah - sholat qashar - syarat wajib sholat Jumat Karena cukup panjang, maka Saya bagi menjadi beberapa judul artikel supaya tidak membosankan dan Anda tidak terlalu lelah dalam membacanya. Saya awali saja ya. Hukum sholat Definisi sholat menurut bahasa adalah doa, sedangkan menurut Syara adalah seperti yang diungkapkan Imam Rafi'i, sholat adalah serangkaian ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan syarat tertentu. Sholat yang diwajibkan itu ada 5 dan wajib melakukannya dari awal waktu sampai kira-kira ada waktu tersedia untuk melakukannya. Mana sholat yang 5 itu ? Sholat Zhuhur Menurut Imam Nawawi, dinamakan zhuhur karena sholat ini sangat jelas dilakukan di pertengahan hari. Adapun awal waktu zhuhur adalah tergelincirnya atau condongnya matahari dari pertengahan langit. Bukan berarti mengetahuinya dengan cara langsung melihat matahari itu sendiri, namun bisa diketahui dengan berubahnya bayangan benda yang mengarah ke timur sesaat setelah matahari berada di pertengahan langit. Adapun akhirnya waktu zhuhur adalah ketika bayangan benda sama dengan panjang benda itu sendiri. Sholat Ashar Dinamakan Ashar karena kondisinya yang kemerah-merahan seperti mendekati waktu terbenamnya matahari. Adapun awalnya waktu ashar adalah bertambahnya ukuran bayangan sedikit dari akhir waktu zhuhur. Sholat ashar ini terbagi menjadi 5 waktu yakni - waktu fadhilah yakni awal waktu ashar - waktu ikhtiyar, akhirnya ketika ukuran bayangan 2 kali ukuran aslinya - waktu jawaz, yakni sampai terbenamnya matahari - waktu jawaz bila karahah, yakni dari waktu ikhitiyar sampai suasana kekuning-kuningan - waktu haram yakni akhir waktu sekiranya tidak cukup waktu melakukan sholat ashar Sholat Maghrib Dinamakan demikian karena sholat ini dilakukan pada saat terbenamnya matahari. Waktu maghrib cuman satu yakni dari terbenamnya matahari sampai waktu yang sekiranya cukup untuk adzan, wudhu atau tayamum, menutupi aurat, melakukan sholat maghrib dan sholat sunat 5 rakaat. Sedangkan menurut Imam Nawawi, waktu maghrib itu membentang dari terbenamnya matahari sampai hilangnya mega merah. Sholat Isya Dinamakan isya karena sholat ini dilakukan di waktu isya. Awal waktu isya adalah ketika hilangnya mega merah. Adapun bagi wilayah yang ternyata mega merahnya tidak hilang-hilang, maka waktu isya bagi penduduknya adalah ketika hilangnya mega merah di wilayah yang dekat dengan wilayah dimana kita tinggal. Waktu isya terbagi 2 yakni - waktu ikhtiyar, yakni membentang sampai sepertiga malam yang pertama - waktu jawaz, yakni sampai terbit fajar ke dua fajar shodiq Fajar shodiq ini membentang cahayanya ke ufuq. Sementara fajar kadzib adalah fajar yang keluar sebelum fajar shodiq lalu menghilang dan diringi denga kondisi gelap. Menurut Syaikh Abu Hamis, isya juga punya waktu karahah yakni di antara a waktu fajar. Sholat Subuh Secara bahasa, shubuh artinya awal siang dan dinamakan sholat shubuh karena dilakukannya di aawal siang. Waktu subuh terbagi menjadi 5, sama seperti waktu ashar yakni - waktu fadhilah. yakni awal wakt - waktu ikhtiyar, yakni dari fajar shodiq sampai kelihatan terang di langit - waktu jawaz karahah yakni sampai terbitnya matahari - waktu jawaz bila karahah yakni sampai terbitnya mega merah - waktu haram yakni akhir waktu sekiranya tidak cukup waktu melakukan sholat shubuh. Selanjutnya kita masuk ke sub bahasan selanjutnya tentang syarat wajib Sobat yang sedang mencari produk terkait Kitab Fathul Qorib, bisa dilihat di sini KITAB TERLARIS Fathul Qorib Makna Pesantren Kitab Kuning Fathul Qorib Fathul Qorib Kurasan Fathul Qorib Dar Alamiyah Fathul Qorib Tegalrejo Matan Taqrib
ููุตููู ููุตูููุงุฉู ุงููููุณููููู ูููุดููู
ูุณู ููุตูููุงุฉู ุงููุฎูุณููููู ููููููู
ูุฑู ููููู ู
ูููููู
ูุง ุณููููุฉู ู
ูุคููููุฏูุฉูFasal sholat gerhana matahari dan sholat gerhana rembulan, masing-masing dari keduanya hukumnya adalah sunnah muakkad. ููุฅููู ููุงุชูุชู ููุฐููู ุงูุตููููุงุฉู ููู
ู ุชูููุถู ุฃููู ููู
ู ููุดูุฑูุนู ููุถูุงุคูููุงJika sholat ini telah ditinggalkan, maka tidak diqadlaโ, maksudnya tidak disyareatkan untuk mengqadlaโnya. ููููุตูููููู ููููุณููููู ุงูุดููู
ูุณู ููุฎูุณููููู ุงููููู
ูุฑู ุฑูููุนูุชูููููSunnah melakukan sholat dua rakaat karena gerhana matahari dan gerhana rembulan. ููุญูุฑูู
ู ุจููููููุฉู ุตูููุงุฉู ุงููููุณููููู ุซูู
ูู ุจูุนูุฏู ุงููุงูููุชูุชูุงุญู ููุงูุชููุนููููุฐู ููููุฑูุฃู ุงููููุงุชูุญูุฉู ููููุฑูููุนู ุซูู
ูู ููุฑูููุนู ุฑูุฃูุณููู ู
ููู ุงูุฑููููููุนู ุซูู
ูู ููุนูุชูุฏููู ุซูู
ูู ููููุฑูุฃู ุงููููุงุชูุญูุฉู ุซูุงููููุง ุซูู
ูู ููุฑูููุนู ุซูุงููููุง ุฃูุฎูููู ู
ููู ุงูููุฐููู ููุจููููู ุซูู
ูู ููุนูุชูุฏููู ุซูุงููููุง ุซูู
ูู ููุณูุฌูุฏู ุงูุณููุฌูุฏูุชููููู ุจูุทูู
ูุฃูููููููุฉู ููู ุงููููููู ุซูู
ูู ููุตูููููู ุฑูููุนูุฉู ุซูุงููููุฉู ุจูููููุงู
ููููู ููููุฑูุงุกูุชููููู ููุฑูููููุนููููู ููุงุนูุชูุฏูุงูููููู ููุณูุฌูููุฏูููููYaitu melakukan takbiratul ihram dengan niat sholat gerhana. Kemudian setelah membaca doa iftitah dan taโawudz, membaca surat Al Fatihah, rukuโ, kemudian mengangkat kepala dari rukuโ, lalu iโtidal, membaca surat Al Fatihah yang kedua, kemudian rukuโ kedua yang lebih cepat daripada rukuโ sebelumnya, lalu iโtidal kedua kemudian sujud dua kali dengan melakukan thumaโninah di masing-masing dari keduanya. Kemudian melakukan rakaat yang kedua dengan dua kali berdiri, dua kali bacaan Al Fatihah, dua rukuโ, dua iโtidal dan dua kali sujud. ููููุฐูุง ู
ูุนูููู ูููููููู ูููู ููููู ุฑูููุนูุฉู ู
ูููููู
ูุง ููููุงู
ูุงูู ููุทููููู ุงููููุฑูุงุกูุฉู ููููููู
ูุง ููู
ูุง ุณูููุฃูุชูููDan ini adalah makna dari perkataan mushannif, โdi masing-masing rakaat dari kedua rakaat tersebut terdapat dua kali berdiri dengan memanjangkan bacaan di keduanya seperti keterangan yang akan datang. ูู ูููู ููููู ุฑูููุนูุฉู ุฑูููููุนูุงูู ููุทููููู ุงูุชููุณูุจูููุญู ููููููู
ูุง ุฏููููู ุงูุณููุฌูููุฏู ููููุง ููุทูููููููู ูููููู ุฃูุญูุฏู ููุฌููููููู ูููููู ุงูุตููุญูููุญู ุฃูููููู ููุทูููููููู ููุญููู ุงูุฑููููููุนู ุงูููุฐูู ููุจูููููDan di masing-masing rakaat terdapat dua kali rukuโ dengan memanjangkan bacaan tasbihnya tidak saat melakukan sujud, maka ia tidak memanjangkan bacaan tasbih sujudnya. Ini adalah salah satu dari dua pendapat. Akan tetapi menurut pendapat yang shahih, bahwa sesungguhnya ia dianjurkan memanjangkan bacaan tasbih sujudnya seukuran panjangnya bacaan tasbih rukuโ sebelumnya. ููููุฎูุทูุจู ุงููุฅูู
ูุงู
ู ุจูุนูุฏูููู
ูุง ุตูููุงุฉู ุงููููุณููููู ููุงููุฎูุณููููู ุฎูุทูุจูุชููููู ููุฎูุทูุจูุชููู ุงููุฌูู
ูุนูุฉู ูููู ุงููุฃูุฑูููุงูู ููุงูุดููุฑูููุทูSetelah sholat gerhana matahari dan rembulan, seorang imam dianjurkan melakukan khutbah dua kali seperti dua khutbah sholat Jumโat di dalam rukun-rukun dan syarat-syaratnya. ููููุญูุซูู ุงููููุงุณู ููู ุงููุฎูุทูุจูุชููููู ุนูููู ุงูุชููููุจูุฉู ู
ููู ุงูุฐููููููุจู ููุนูููู ููุนููู ุงููุฎูููุฑู ู
ููู ุตูุฏูููุฉู ููุนูุชููู ููููุญููู ุฐูููููDi dalam kedua khutbahnya, ia mendorong manusia agar bertaubat dari segala dosa-dosa dan melakukan kebaikan berupa sedekah, memerdekakan budak dan sesamanya. ููููุณูุฑูู ุจูุงููููุฑูุงุกูุฉู ูููู ููุณููููู ุงูุดููู
ูุณู ููููุฌูููุฑู ุจุงูููููุฑูุงุกูุฉู ูููู ุฎูุณููููู ุงููููู
ูุฑูSeorang imam sunnah memelankan bacaannya saat sholat gerhana matahari dan mengeraskan bacaan saat sholat gerhana bulan. ููุชูููููุชู ุตูููุงุฉู ููุณููููู ุงูุดููู
ูุณู ุจูุงููุงูููุฌูููุงุกู ููููู
ูููููุณููู ููุจูุบูุฑูููุจูููุง ููุงุณูููุฉูWaktu pelaksanaan sholat gerhana matahari telah habis sebab gerhana telah selesai matahari kembali seperti semula dan sebab matahari terbenam dalam keadaan gerhana. ููุชูููููุชู ุตูููุงุฉู ุฎูุณููููู ุงููููู
ูุฑู ุจูุงููุงูููุฌูููุงุกู ููุทูููููุนู ุงูุดููู
ูุณู ููุง ุจูุทูููููุนู ุงููููุฌูุฑู ููููุง ุจูุบูุฑูููุจููู ุฎูุงุณูููุง ููููุง ุชูููููุชู ุงูุตููููุงุฉูDan waktu pelaksanaan sholat gerhana rembulan telah habis sebab rembulan telah kembali normal dan sebab terbitnya matahari, tidak sebab terbitnya fajar dan tidak sebab rembulan terbenam dalam keadaan gerhana, maka waktu pelaksanaannya belum habis.
Fathul Qarib merupakan kitab yang cukup populer di kalangan pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara. Penyusun kitab ini adalah Ibnu Qosim Al Ghazi. Kitab ini kerap digunakan bagi umat Muslim yang baru saja ingin mempelajari ilmu Fathul Qarib adalah salah satu kitab berbahasa Arab tanpa menggunakan harakat dan terjemahan. Di dalam pesantren, kitab ini lebih dikenal dengan istilah kitab kuning atau kitab penyusunannya, kitab Fathul Qarib ini disusun secara ringkas dan sistematis, serta bermahzab Syafiโi. Kitab ini merupakan penjelasan dari kitab yang dikarang oleh Al Qadhi Abu Syuja, yaitu Al-Ghayah wa kitab Fathul Qarib sendiri, dijadikan sebagai sumber primer dan pegangan wajib di sebuah madrasah diniyah atau lembaga pendidikan Islam yang bersifat "salaf โ, yaitu pendidikan yang bercorak apa saja yang dibahas di dalam kitab Fathul Qarib karangan Ibnu Qosim Al Ghazi? Berikut penjelasan lengkapnya yang dikutip dari Buku Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah dalam Pertumbuhan dan Perkembangannya karya Dirjen Kelembagaan Agama Islam 200923.Sholat dibahas di dalam kitab ini. Foto FreepikPembahasan Kitab Fathul QaribKitab Fathul Qorib berisi muqaddimah serta pembahasan ilmu fiqih. Ilmu fiqih yang dibahas secara garis besar terdiri dari empat bagian, yaitu tentang tata cara pelaksanaan ibadah, muamalat, masalah nikah, dan kajian hukum Islam yang membahas kriminalitas atau lazimnya kitab fiqih, di bagian awal kitab Fathul Qarib ini, Al Ghazi membahas tentang beberapa tata cara pelaksanaan ibadah yang terdiri dari lima perkara, yaitu bersuci, sholat, zakat, puasa, dan Ghazi setidaknya membahas 13 pasal dalam menjelaskan tentang bersuci. Hal-hal yang dibahas antara lain benda-benda najis, memakai siwak, wudhu, adab buang air kecil dan besar, tayammum, serta tentang haid dan memahami perkara bersuci, baru kemudian diajarkan lebih dalam tentang tata cara pelaksanaan sholat. Dalam bab ini, Al Ghazi menjelaskan tentang syarat orang yang wajib melaksanakan sholat, macam-macam sholat, dan segala hal yang masih berkaitan dengan bagian kedua, Al Ghazi membahas tentang masalah muamalat. Pembahasan berkaitan tentang interaksi sosial dan ekonomi yang dibagi menjadi dua pokok pembahasan. Pertama, tentang hukum jual beli dan muamalah lainnya. Kemudian yang kedua pembahasan mengenai hukum warisan serta pembahasan jual beli ini, Al Ghazi menjelaskan tentang ghasab. Menurutnya, ghasab adalah memakai atau merampas harta orang lain tanpa izin pemiliknya. Ghasab berbeda dengan mencuri, tindakan ghasab dilakukan secara terus terang dan memaksa. Kemudian di bagian ketiga, Al Ghazi membahas tentang pernikahan dan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaanya yang sesuai dengan syariat pada bagian keempat, berisi delapan pembahasan. Adapun hal-hal yang dibahas, di antaranya tentang jinayat dan hukuman. Pada pembahasan ini, dijelaskan bagaimana seharusnya para pencuri, koruptor, dan pembunuh dihukum sesuai syariat bagian terakhir kitab ini, Al Ghazi membahas tentang hukum hewan buruan, penyembelihan qurban, perlombaan hewan dan lomba memanah, hukum sumpah dan nazar, keputusan dan persaksian, serta pandangan memerdekakan budak.
Fathul Qorib bab sholat jamaah, bisa Anda lihat di kitab aslinya halaman 17. Ini dia terjemah Fathul Qorib bab sholat jamaah ููุตููู ููุตูููุงุฉู ุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู Fasal. Adapun sholat berjamaโah bagi laki-laki di dalam sholat-sholat fardlu selain sholat Jumโat, ุณููููุฉู ู
ูุคููููุฏูุฉู hukumnya sunnah muakkad menurut mushannif dan Imam Rafiโi. Namun pendapat lebih shohih adalah menurut Imam Nawawi, bahwa sesungguhnya sholat berjamaโah itu hukumnya fardlu kifayah. Seorang makmum bisa mendapatkan pahala berjamaah bersama imam pada selain sholat Jumโat, selama imam belum melakukan salam yang pertama, walaupun makmum belum sempat duduk bersama imam. Adapun hukum berjamaah di dalam sholat Jumaโat adalah fardlu ain, dan tidak bisa hasil dengan kurang dari satu rakaat. ููุนูููู ุงููู
ูุฃูู
ูููู
ู ุฃููู ูููููููู ุงููุงูุฆูุชูู
ูุงู
ู Bagi makmum wajib niat menjadi makmum atau niat mengikuti imam. Dan tidak wajib menentukan imam yang diikuti, tapi cukup niat bermakmum dengan imam yang hadir saat itu walaupun dia tidak mengenalnya. Jika ia menentukan sang imam dan ternyata keliru, maka sholatnya batal kecuali jika disertai isyarah dengan ucapannya ููููููุชู ุงููุงูููุชูุฏูุงุกู ุจูุฒูููุฏู ููุฐูุง โsaya niat bermakmum pada Zaid, yaitu orang iniโ, namun ternyata dia adalah Amar, maka sholatnya tetap sah. ุฏููููู ุงููุฅูู
ูุงู
ู Tidak bagi imam, maka tidak wajib bagi dia niat menjadi imam untuk mengesahkan bermakmum padanya di dalam selain sholat Jumโat, namun niat menjadi imam hukumnya disunnahkan bagi imam. Jika ia tidak niat menjadi imam, maka sholatnya dihukumi sholat sendirian. ููููุฌูููุฒู ุฃููู ููุฃูุชูู
ูู ุงููุญูุฑูู ุจูุงููุนูุจูุฏู ููุงููุจูุงููุบู ุจูุงููู
ูุฑูุงูููู Dibolehkan bagi lelaki merdeka bermakmum pada seorang budak laki-laki dan bagi lelaki baligh bermakmum pada anak yang menjelang baligh murahiq. Adapun kepada anak yang belum tamyiz, maka tidak sah bermakmum padanya. ููููุงุชูุตูุญูู ููุฏูููุฉู ุฑูุฌููู ุจูุงู
ูุฑูุฃูุฉู Tidak sah seorang lelaki bermakmum pada seorang wanita dan kepada huntsa musykil. Seorang huntsa muskil tidak sah bermakmum pada seorang wanita dan huntsa musykil. ููููุง ููุงุฑูุฆู Seorang ยญqariโ, yaitu orang yang benar bacaan Al Fatihahnya, tidak sah bermakmum ุจูุฃูู
ููููู pada seorang ummi, yaitu orang yang cacat bacaan huruf atau tasydid dari surat Al Fatihah. Kemudian mushannif memberi isyarah pada syarat-syarat bermakmum dengan perkataan beliau, ููุฃูููู ู
ูููุถูุนู ุตููููู ููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ุจูุตูููุงุฉู ุงููุฅูู
ูุงู
ู ูููููู Di tempat manapun, melakukan sholat di dalam masjid, mengikuti imam yang berada di dalam masjid ูููููู dan ia, si makmum ุนูุงููู
ู ุจูุตูููุงุชููู mengetahui sholatnya imam dengan langsung melihatnya atau melihat sebagian shof ุฃูุฌูุฒูุฃููู maka hal tersebut sudah cukup di dalam sahnya bermakmum pada sang imam ู
ูุง ููู
ู ููุชูููุฏููู
ู ุนููููููู selama posisinya tidak mendahului imam. Jika tumit makmum mendahului tumit imam dalam satu arah, maka sholatnya tidak sah. Dan tidak masalah jika tumitnya sejajar dengan tumit imam. Dan disunnahkan makmum mundur sedikit di belakang imam. Dan dengan posisi ini, ia tidak dianggap keluar dari shof sehingga akan menyebabkan ia tidak mendapatkan keutamaan sholat berjamaโah. ููุฅููู ุตููููู Jika sholat seorang imam ููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููุงููู
ูุฃูู
ูููู
ู ุฎูุงุฑูุฌู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู di dalam masjid sedangkan makmum sholat di luar masjid, ketika keadaan makmum ููุฑูููุจูุง ู
ููููู dekat dengan imam dengan artian jarak diantara keduanya tidak lebih kira-kira dari tiga ratus siku ูููููู dan sang makmum ุนูุงููู
ู ุจูุตูููุงุชููู mengetahui sholat sang imam, ููููุง ุญูุงุฆููู ููููุงูู dan tidak ada penghalang di sana, maksudnya di antara imam dan makmum, ุฌูุงุฒู maka diperbolehkan bermakmum pada imam tersebut. Jarak tersebut terhitung dari ujung terakhir masjid. Jika imam dan makmum berada di selain masjid, baik tanah lapang atau bangunan, maka syaratnya adalah jarak di antara keduanya tidak lebih dari tiga ratus siku, dan diantara keduanya tidak terdapat selanjutnya tentang sholat qoshor. KITAB TERLARIS Fathul Qorib Makna Pesantren Kitab Kuning Fathul Qorib Fathul Qorib Kurasan Fathul Qorib Dar Alamiyah Fathul Qorib Tegalrejo Matan Taqrib
kitab fathul qorib bab sholat